Maafkan aku karena terpaksa
Persahabatan adalah sebuah tanggung jawab yang manis
Demikianlah sabda sang kufur
Demikian pula pernah kuucapkan
Bahagialah dalam waktumu
Bahagialah dalam semburat ingin tahumu
Sebab aku akan berkhianat sepanjang waktuku
Sebab hanya ajal yang akan menghentikanku dari dusta masa lalu
persahabatan yang tak akan pernah kuingkari sebagai sumpahku
persahabatan abadi yang tak akan kunodai sebagai janjiku
karenanya ijinkan aku mengkhianatimu
karenanya biarkan aku mendustai aku
untuk memegang sumpah dan janjiku
untuk setia pada lidah dan ucapanku
Namun jauh di balik kesadaranku
Ingin aku memutar kembali waktu
Sebab ini sungguh-sungguh menyiksaku
(Teringat di Ketawanggede pada 25 September 1999)
